Alat Peraga Pembelajaran Fasih Mengaji Al-Quran

Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, ia melakukan aksesoris bertajwid dibaca atau media yang digunakan untuk konsep teori khusus tentang makhraj bacaan (di mana perdebatan) hijaiyah menjelaskan. Kemudian dipakailah kata media Bina Al Quran (BUQ digital) sebagai media pendukung untuk menyelesaikan masalah yang terkandung dalam buku ini. Karena buku ini tidak dalam posisi untuk membuat materi abstrak terlihat. Sebagai pengucapan NAS (س) Syin (ش), lantai (ص) dan lain-lain di mana pengucapan memiliki pengucapan yang berbeda tempat dan sifat huruf.

“Digital BUQ” ketika saya Media presentasi PowerPoint seharusnya, sederhana, murah dan mudah untuk moderat produksi dan digunakan oleh siapa saja. Media berbasis TIK dapat menjelaskan konsep surat sifatul makharijul dan huruf pada isu bacaan belajar. Sebagai alat untuk guru di kelas dan membantu proses pembelajaran dapat digunakan sebagai bahan ajar bagi siswa dalam proses pembelajaran untuk digunakan secara terpisah.

Dengan peran dominan guru dan tidak menarik mulut ke ruang hijaiyah mengucapkan di papan tulis, dapat digunakan secara efektif waktupun (minggu 1 sesi), sehingga kedalaman materi dan media interaksi dapat menyebabkan rangsangan dan respon siswa melakukan.

BUQ sebagai bahan pembelajaran digital atas dasar TIK, yang setidaknya memiliki keuntungan:

  • Sistem pembelajaran lebih inovatif dan interaktif;
  • Pengukuran berlangsung penyebab senang sambil belajar, maka yang akan menambah motivasi para siswa;
  • Teks mampu menggabungkan gambar, audio, musik, animasi, dan video menjadi satu kesatuan yang saling mendukung;
  • Dapat membuat masalah abstrak terlihat, memiliki animatif visual dinamis yang berbeda yang bersifat abstrak.
  • Media penyimpanan relatif sederhana dan fleksibel;
  • Pakailah item yang sulit untuk menemukan atau merugikan lingkungan belajar;
  • dan menampilkan benda-benda yang tidak dapat dilihat secara langsung.

Saat ini penggunaan TIK dalam pendidikan adalah menguntungkan. Diharapkan bahwa penggunaan ICT pembelajar dapat dengan mudah memahami konsep pembelajaran dalam ringkasan. Namun perlu diingat bahwa TIK merupakan salah satu alat dalam proses pembelajaran di mana peran guru tidak bisa digantikan oleh ICT. Peran guru selalu diperlukan, tetapi fungsinya sebagai fasilitator dan motivator bagi siswa.

Akhirnya, penulis berharap sebagai guru Islam bahwa pendidikan agama IBP menteknologikan agamakan dan teknologi pendidikan. PROFESOR mengerti, NO WAY!

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s